Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

M.Pd.I

22 karya publik ditemukan.

2025: 12024: 32023: 12022: 17

KONSEP DASAR ILMU PENDIDIKAN ISLAM

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Adalah benar, bahwa pendidikan dalam pengertian umum selalu diterjemahkan sebagai penyebaran dan internalisasi nilai dari berbagai pengalaman kumulatif, baik berupa keyakinan, sikap, pengetahuan maupun penerapannya yang dinilai positif dan bermanfaat oleh satu generasi ke generasi. Dalam perspektif ini, tidak ada perbedaan antara pendidikan Islam dengan pendidikan lainnya, karena pendidikan pada umumnya, sebagaimana banyak didefinisikan para pakar, merupakan upaya normatif untuk membantu orang lain berkembang ke tingkat yang lebih baik. Sifat yang sesungguhnya dari suatu sistem pendidikan dan perbedaannya dengan sistem-sistem lainnya, hanya dapat dipahami jika konsep dasar pendidikan itu dipelajari dengan seksama. Dalam hal ini, seperti nanti dapat dibaca pada uraian-uraian yang disajikan oleh para penulis pada buku ini, akan terlihat bahwa perbedaan antara pendidikan Islam dengan pendidikan Barat Modern umpamanya ialah, nilai tinggi yang diberikannya pada iman dan kesalehan hidup berdasarkan ajaran Islam sebagai salah satu dari tujuan fundamentalnya. Jika nampak terlihat adanya sebuah paradigma pendidikan yang memberdayakan peserta didik merupakan sebuah keniscayaan.

Ilmu Pendidikan Islam: Tinjauan Teoretis dalam Alquran dan Sunnah

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Modernisasi pendidikan Islam yang dilakukan dengan jalan mengadopsi sistem pendidikan Barat ternyata menimbulkan krisis dalam masyarakat Islam. Ini dikarenakan lemahnya visi atau tidak jelasnya arah pendidikan yang dilaksanakan. Tidak ada upaya menuntut ilmu tanpa spirit, dimana spirit itu sendiri tentu tidak bisa dikopi melainkan dinyatakan dalam sebuah visi diri, dunia, dan realitas yang secara ringkas dimotivasi oleh agama. Dunia pendidikan kita lemah dalam hal visi tersebut. Materi dan metodologi pendidikan yang diajarkan di dunia Islam saat ini adalah kopian dari Barat, tetapi meninggalkan visi yang menggerakkan mereka belajar di Barat. Lemahnya visi ini menjadikan mereka sebagai alat jiplakan. Secara tak sadar, materi dan metodologi tanpa spirit ini terus menerus menimbulkan proses de-Islamisasi yang mempengaruhi para pelajar dengan anggapan bahwa hal tersebut merupakan pendidikan Islam alternatif. Pada kenyataannya pola yang demikian hanya mampu melahirkan Barat sekuler yang dipoles dengan nama Islam. Mencermati hal itu, ke masa depan ummat Islam harus merumuskan sendiri pandangan dunianya (world of view) yang bersumber dari Alquran dan Hadiś. Jangan hanya ketika berbicara soal hukum dan ibadah baru kita bereferensi kepada Alquran dan Hadiś, tapi berbicara soal kesehatan, ekonomi, pemerintahan dan juga pendidikan, semestinya Alquran dan Hadits menjadi rujukan utama, karena Alquran telah mendapat jaminan dari Allah Swt., sebagai solusi dan petunjuk bagi segala bentuk permasalahan ummat manusia. Isyarat-isyarat ilmiah dan konsep-konsep normatif Islam perlu digali, dikaji dan dikembangkan, untuk selanjutnya dirumuskan menjadi kerangka teoritik bagi aplikasinya di lapangan