Abstrak
<p>Manifestasi dimensi pendidikan Islam spektakuler dari kebangkitan Islam di Indonesia<br />adalah kemunculan Sekolah Islam Terpadu (SIT). SIT menjadi ikon penguatan<br />identitas Islam di ranah publik yang berhaluan pembentukan profil lulusan yang<br />menguasai ilmu keislaman dan ilmu profan. Profil ini popular dengan sebutan muslim<br />kaffah. Pemikiran tentang kurikulum terpadu (integrated curriculum) di SIT<br />menawarkan sebuah sistem yang menjanjikan bagi mereka yang mencari alternatif di<br />tengah kegagalan lembaga pendidikan dalam mengkonstruk muslim kaffah tersebut.<br />Dalam terminologi SIT, kurikulum ini dikenal dengan kurikulum non dikotomi.<br />Bangunan kurikulum ini memuat ilmu pengetahuan yang bersumber dari satu kesatuan<br />ilmu Allah. Karenanya, muatan ilmu keislaman dan profan terpadu dalam bingkai<br />kurikulum SIT sehingga mampu menampilkan profil hamba dan khalifah Allah di<br />muka bumi. Muatan kurikulum terpadu berisi mata pelajaran reguler sesuai Standar<br />Pendidikan BSNP, muatan lokal seperti bahasa Arab, bahasa Inggris, taḥfiẓ, dan<br />program pengembangan diri seperti pramuka JSIT, mentoring/ḥalaqah sebagaimana<br />ditemukan dalam realitas SIT di Sumatera Utara.</p>