Abstrak
<p align="center"><em>Regulasi-diri (self-regulation) adalah salah satu aspek penting yang harus dimiliki setiap orang dalam mewujudkan tujuan yang lebih tinggi dalam kehidupannya. Banyak orang terkendala untuk mewujudkan cita-citanya karena tidak mampu meregulasi diri. Goleman menempatkan regulasi-diri sebagai salah satu komponen utama kecerdasan emosional.Ada banyak pengertian regulasi-diri yang dikemukakan para ahli</em><em>.</em><em> Secara umum regulasi-diri merupakanprosespenetapan tujuandan upaya memperjuangkan tujuan untuk dapat dicapai, termasuk upaya mengatasi rintangan dan tantangan yangmungkindihadapi seseorang pada saat berusahamencapai tujuan tersebut. Secara rinci, regulasi-diri diartikan sebagai daya upaya manusia untukmengelola pikiran, perasaan, dorongan, dan tindakan dalam perspektif mencapai tujuan yang lebih tinggi. Regulasi-diri bukan hanya upaya pengendalian-diri yang disadari, melainkan juga upaya-upaya tanpa sadar karena sudah menjadi habit otomatis.Regulasi-diri berbeda-bedapada setiap orang. Ada orang yang regulasi-dirinya kuat, tetapi juga ada yang lemah. Namun, sifatnya bisa ditingkatkan. Konseling adalah salah satu upaya untuk meningkatkannya. Salah satu pendekatan konseling yang sesuai untuk peningkatan regulasi-diri adalah Konseling Realitas berbasis Teori Pilihan yang diintegrasikan dengan Islam.</em></p><p align="center"><em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling realitas efektif untuk meningkatkan regulasi-diri siswa, meskipun </em><em>capaiannya </em><em>termasuk kategori sedang.</em></p>