Abstrak
Korban pelecehan seksual terjadi pada anaka-anak-remaja dikalangan pelajar, menimbulkan ganguan psikologi atau kesehatan mental. Pelecehan seksual umumnya dilakukan oleh orang terdekat, sebagian oleh orang baru dikenal. Korban pelecehan seksual mengalami trauma, merupakan kelompok Post Traumatik stress Disorder (PTSD), seringkali menunjukan perilaku sosial antara lain ketakutan, kecemasan, amara, menarik diri dan menghindar, kehilangan konsentrasi yang mengganggu kehidupan mereka sehar-hari. Kondisi ini tentu akan menghambat pencapaian tujuan pendidikan. Untuk membantu siswa mengalami PTSd diduga konselor memberikan konseling komprehenshif dengan menititik beratkan tiga tipe anxiaty management, cognitive therapy dan exsposure therapy, untuk mengembalikan dan mengembangkan struktur kepribadian korban pelecehan seksual sehingga mempunyai kemampuan untuk mengurangi dan melepaskan diri dari trauma secara rasional.