Abstrak
<p align="center"><em>Penelitian ini beranjak dari fenomena terdapatnya santri yang kurang disiplin dalam mengikuti peraturan di asrama, dimana santri terlambat pergi sekolah, santri keluar asrama tanpa izin, tidak melaksanakan tugas piket, melanggar peraturan secara berulang, untuk mengatasi kedisiplinan santri tersebut peneliti mencoba memberikan layanan konseling kelompok menggunakan pendekatan behavioral.</em><em> </em><em>Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan layanan konseling kelompok menggunakan pendekatan behavioral untuk mengatasi kedisiplinan santri asrama putri di MTI Candung.</em><em> </em><em>Penelitian ini tergolong penelitian </em><em>quasi exsperiment (eskperimen semu) </em><em>dengan bentuk rancangan The Non Equivalent Control Group.</em><em> Populasi adalah </em><em>santri kelas 5 dan kelas 6 yang berjumlah 46 orang,</em><em> sedangkan sampel penelitian</em><em> adalah santri kelas 5 yang terindikasi memiliki kedisiplinan rendah berdasarkan </em><em>teknik non random sampling</em><em> dan rekomendasi pembina asrama</em><em>. </em><em>Instrumen </em><em>pengumpulan data adalah </em><em>skala likert</em><em>. Teknik analisis data menggunakan</em><em>, </em><em>uji</em><em> normalitas</em><em>, </em><em>uji homogenitas</em><em>, uji hipotesis menggunakan</em><em> uji mann-whitney U-Test dengan bantuan</em><em> Statis</em><em>ti</em><em>cal Product and Service Solution (SPSS) versi </em><em>22.</em><em> </em><em>Hasil penelitian yang telah dilakukan</em><em> </em><em>d</em><em>iketahui bahwa nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,017 lebih kecil dari < nilai probabilitas 0,05</em><em>. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H</em><em>o</em><em> ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada perbedaan rata-rata skor kedisiplinan santri kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol atau dengan kata lain layanan konseling kelompok menggunakan pendekatan behavioral untuk men</em><em>gatasi</em><em> kedisiplinan santri dengan layanan konseling kelompok konvensional untuk men</em><em>gatasi</em> <em>kedisiplinan santri menghasilkan skor kedisiplinan yang berbeda.</em><em></em></p>