Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Article
ArticleOpen AccessTerbit 2022Versi 1

ANALISISIS FIKIH MUAMALAH TERHADAP TRADISI PADUON TERNAK DI NAGARI SARUASO

Artikel Penelitian dan Pengabdian•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

<p align="center"><em>Tujuan penelitian menganalisis   pelaksan</em><em>aan </em><em>tradisi </em><em>pemeliharaan ternak</em><em>,</em><em>akad, dan pelaksanaan  bagi </em><em>hasil di</em><em> Nagari Saruaso</em><em> dalam persfektif  fikih muamalah. Kerjasama antara pemilik dana dengan pengelola modal untuk melakukan usaha tertentu disebut mudharabah. Banyaknya bentuk kerjasama atau mudharabah yang berkembang, maka akan semakin komplek  juga masalah-masalah yang muncul, karena sistem yang dipakai  juga beragam seperti kerja sama di di nagari Saruaso Kecamatan Tanjung Emas dinamakan dengan Mampaduoipemeliharaan ternak dan dalam Kerja sama tersebut sistem bagi hasilnya dengan cara di patuik  dalam dua bentuk, patpatuikinduak, kedua patuik anak.  Penelitian (Field Research) menggunakan metode kualitatif</em><em>.</em><em>Teknik pengumpulan data wawancara dan dokumen.  Analisis  data </em><em>mengunakan teori Miles and Hubermen.  Pemeliharaan Ternak di  Nagari Saruaso dinamakan dengan mempaduoi yang artinya kerjasama, cara bagi hasilnya ada dua bentuk, yang pertama patuik induak, kedua patuik anak. Pelaksanaan pemeliharaan hewan ternak di nagari Saruaso,  pemilik sapi  sebagai ra’sul al maal (pemodal) dan pemelihara sapi sebagai mudharib (pengelola).  </em><em>B</em><em>agi hasil </em><em>yang dilaksnakan </em><em>tidak sesuai dengan kesepakatan, </em><em>sehingga</em><em> pemelihara tidak terwujud antaradhinya. Dalam kedudukan hak dan kepemilikan harta berkembang</em><em>( tawalud)</em><em> merupakan milik bersama karena didapat berdasarkan usaha dalam perserikatan</em><em></em></p>

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1ANALISISIS FIKIH MUAMALAH TERHADAP TRADISI PADUON TERNAK DI NAGARI SARUASO2022 · oai:ais:artikel:1365