Abstrak
<p align="center"><em>Islam sebagai konstruksi keilmuan, memiliki pola dalam mengembangan kultur pendidikan. Pendidik dan peserta didik sebagai Sumber Daya Manusia dalam system Pendidikan perlu mendapatkan porsi seimbang. <strong>Permasalahan</strong> yang menjadi topic dalam dunia pendidikan adalah persoalan system Pendidikan yang mengarah pada kapitalis, komunis dan radikalis. Paham ini dapat mengakibatkan persoalan dikotomik. Untuk itu perlu adanya pola yang matang pada system Pendidikan Islam melalui konstruk keilmuan yang berlatar belakang keIslaman. </em><strong><em>Metode penelitian</em></strong><em> yang dipakai dalam penelitian adalah penelitian kepustakaan atau (Library Reseach). Sumber data terdiri dari sumber data primer dan sekunder. Sumber primer berupa buku karya Prof, Kuntowijoyo yaitu Islam sebagai Ilmu, sedangkan sumber sekunder berupa dokumen atau artikel yang berkaitan dengan nilai konstruksi keilmuan Islam. Teknik pengumpulan data dengan studi Pustaka. Instrument penelitian ini menggunakan dokumentasi dan untuk menguji keabsahan data menggunakan kreadibilitas data sedangkan Metode analisa data yang dipakai berupa berfikir reflektif dan Content analysis</em><em>. <strong>Hasil penelitian</strong> ini memberikan kesimpulan bahwa</em><em> </em><em>Pertama, Kemapanan spiritual atau tauhid menjadi kekukatan pembentuk terhadap system pendidikan islam. Komponen yang ada dalam system pendidikan Islam terintegrasi kedalam sumber pendidikan islam yaitu al-qur’an dan hadis. Kedua, Moderasi Islam diarahkan pada nilai dan etika yang berisi tentang konseptual dan metodis sehingga melahirkan nilai integralistik dijadikan sebagai arah system Pendidikan Islam, dan Ketiga. Intelektualias profetik yang menghasilkan pendidik dan peserta didik melalui liberasi, humanisasi, dan transendensi Sebagai system nilai yang berlandaskan pada al-quran dan hadis.</em><em></em></p>