Abstrak
<p><em>Anak berkebutuhan khusus di definisikan sebagai anak yang memerlukan pendidikan dan layanan khusus untuk mengembangkan potensi kemanusiaan mereka secara sempurna. Penyebutan sebagai anak berkebutuhan khusus, dikarenakan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, anak ini membutuhkan bantuan layanan pendidikan, layanan sosial, layanan bimbingan dan konseling, dan berbagai jenis layanan lainnya yang bersifat khusus. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah content anlisis, dengan langkah-langkah memiliki ide umum tentang topik penelitian, mencari informasi pendukung, mempertegas fokus (perluas atau persempit dan mengorganisasikan bacaan), mencari dan menemukan bahan yang diperlukan, mengorganisasikan kembali dan membuat catatan penelitian (paling sentral), mereview dan memperkaya kembali bahan bacaan, mengorganisasikan lagi bahan atau catatan dan mulai menulis. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendidikan Islam memiliki tanggung jawab dan strategi menghadapi anak berkebutuhan khusus, adapun tanggung jawab pendidikan Islam terhadap anak berkebutuhan Khusus, yaitu: 1) pemilihan sekolah, 2) memaksimalkan peran sekolah terhadap anak disabilitas, 3) penguatan kondisi mental orang tua, 4) dukungan sosial yang memadai, 5) peran aktif pemerintah. Sedangkan strategi pendidikan Islam terhadap anak berkebutuhan khusus, adalah: 1) </em><em>strategi pembelajaran kasus</em><em>, 2) strategi pembelajaran targhib, 3) pembelajaran pemecahan masalah/ problem solving,dan, 3) pembelajaran interaktif-aktif.</em></p>