Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Article
ArticleOpen AccessTerbit 2022Versi 1

PENAFSIRAN TERMA NUN, AL-QALAM, DAN YASTHURUN DALAM AL-QUR’AN (ANALISIS SEMIOTIK)

Artikel Penelitian dan Pengabdian•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

<p><strong></strong><strong></strong><strong></strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi makna bahasa al-Qur’an dengan system tanda. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika. Berdasarkan pembacaan semiotika terhadap penafsiran tiga terma yang terdapat dalam surat al-Qalam ayat satu, penulis menemukan bahwa dengan pembacaan menggunakan teori aksis paradigmatic dan aksis sintagmatis, <em>nun</em> merupakan bagian dari huruf-huruf abjad, yang terletak pada permulaan sebagian surat al-Qur’an seperti halnya <em>Aliflâmmîm, Aliflâmrâ, Aliflaammîmshâd</em><em> </em>dan sebagainya, yang merupakan bagian dari huruf-huruf abjad yang terletak di awal surah atau yang biasa disebut <em>huruf al-Muqatha’ah</em>. Dengan pembacaan menggunakan teori interaksi antar tanda/metafora dan metonim, <em>n</em><em>un</em><em> </em>adalah ‘bak tinta’, tempat menyimpan tinta yang merupakan kelengkapan pena untuk menulis, <em>n</em><em>un</em><em> </em>juga dimaknai sebagai sungai di surga. Adapun dengan pembacaan menggunakan teori heuristic dan pembacaan retroaktif/pembacaan secara semantic serta pembacaan secara hermeneutic, <em>nun</em><em> </em>adalah malaikat yang diperintahu ntuk mengguankan pena untuk menulis. <em>Nun</em><em> </em>ialah malaikat yang melukis semua kejadian pada lembaran atau kanvas tempat menuangkan tulisan. Jadi, <em>nun wa al-qalamwa ma yasturun</em><em> </em>adalah hierarki antara Tuhan dan makhluk-Nya.</p><p><strong></strong><em>This study aims to construct the meaning of Al-Qur'an language with a sign system. This study use</em><em>d</em><em> a semiotic approach. Based on the semiotic reading of the interpretation of three terms contained in </em><em>surah </em><em>al-Qalam verse one, the writer f</em><em>ound</em><em> that reading us</em><em>ing</em><em> paradigmatic axis</em><em> </em><em>and the syntagmatic axis</em><em> theories</em><em>, </em><em>nun wa</em><em>s </em><em>a </em><em>part of alphabet, </em><em>l</em><em>ocated at the beginning of some </em><em>al Quran surahs such</em><em> as Aliflâmmîm, Aliflâmrâ, Aliflaammîmshâd, </em><em>a</em><em> part of alphabet that are located at the beginning of the surah </em><em>that</em><em> commonly calle</em><em>d </em><em>al-Muqatha'ah</em><em> letters</em><em>.</em><em> </em><em>With the reading using interaction theory between signs/metaphors and metonyms, nun is an 'ink bath', a place to store ink </em><em>for pens for writing, </em><em>nun is also interpreted as a river in heaven. As with reading using heuristic theory and retroactive reading/semantic reading and hermeneutic reading, nun is an angel wh</em><em>ich</em><em> is ordered to use a pen to write. Nun is an angel who paints all events on a sheet or canvas. So, nun wa al-qalamwa ma yasturun is a hierarchy between God and His creatures.</em><strong><em></em></strong></p>

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1PENAFSIRAN TERMA NUN, AL-QALAM, DAN YASTHURUN DALAM AL-QUR’AN (ANALISIS SEMIOTIK)2022 · oai:ais:artikel:1445