BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Zakat merupakan salah satu rukun Islam. Zakat bersama infak, sedekah, dan wakaf merupakan instrumen bagi umat Islam dalam proses penghambaan dan pengabdian kepada Allah Swt. yang berimplikasi pada bidang sosial dan ekonomi masyarakat. Manfaat dari zakat, infak, sedekah, dan wakaf dapat dipandang sebagai salah satu sumber daya dan sumber pendanaan umat Islam. Mengingat posisi strategis dan urgensitas ziswaf dalam Islam, maka seyogianya umat Islam mengetahui secara cermat tentang hukum ziswaf dan menyiapkan pengelolaan yang optimal dengan penerapan manajemen berbasis sifat-sifat perennial, yakni dengan sumber daya manusia yang sidik, amanah, tablig, dan fatanah, atau manajemen yang handal, profesional, inovatif, efektif dan efisien, serta mandiri. Kedudukan pengelolaan zakat menempati posisi yang sangat penting dan termasuk kebutuhan yang bersifat daruriyah karena keagungan peran zakat yang akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah Swt. Selain itu, manajemen modern dalam pengelolaan zakat perlu diterapkan agar perekonomian bisa berkembang dan maju secara pesat. Untuk itu, buku ini hadir menjawab kebutuhan umat Islam dalam mengelola ziswaf. Buku ini berisi 1) Manajemen Ziswaf dan SDGs; 2) Studi Manajemen Ziswaf; 3) Metode Manajemen Ziswaf; 4) Politik Ekonomi dan Regulasi Pengelolaan Ziswaf; 5) Implementasi Manajemen Ziswaf; 6) Organisasi Pengelolaan Ziswaf; dan 7) Studi Kasus Pengelolaan Ziswaf dalam Pencapaian SDGs.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Allah telah memberikan kemuliaan kepada kaum perempuan dengan memberikan keyakinan Islam yang benar kepada mereka. Allah Swt. menetapkan bagi mereka kemuliaan, kemanusiaan, dan sebagai mitra dengan kaum laki-laki. Nabi Muhammad saw. juga memberikan kemuliaan yang sama kepada kaum perempuan dengan menempatkan posisi mereka di tengah-tengah masyarakat sehingga menghancurkan benteng kejahiliahan yang sangat fanatik terhadap suku dan tradisi zaman pra-Islam. Tradisi dan fanatisme inilah yang dirombak oleh Nabi saw. sehingga memberikan ruang yang lebih baik kepada kaum perempuan sebaik yang diberikan kepada kaum laki-laki. Kajian berikut ini mengurai bagaimana gambaran wacana kekerasan gender dalam Islam, khususnya yang terjadi di kalangan masyarakat Indonesia. Selanjutnya kajian ini juga ingin mengurai faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab terjadinya kekerasan gender di kalangan umat Islam di Indonesia dan upaya-upaya apa yang bisa dilakukan dalam rangka mengatasi kekerasan gender di kalangan mereka. Kajian ini dilakukan dengan harapan dapat memberikan kontribusi, terutama untuk memberikan persepsi yang benar kepada umat Islam umumnya mengenai gender dalam Islam, terutama mengenai kedudukan perempuan. Dengan perspektif gender yang benar diharapkan tidak muncul ketidakadilan gender di kalangan mereka dan kaum perempuan dapat memeroleh hak-hak mereka yang wajar sebagaimana mestinya.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Buku ini merupakan buku teks atau buku pegangan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) khususnya untuk Mata Pelajaran Akidah Akhlak Madrasah Ibtidaiyah Kelas I. Buku ini disusun berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab pada Madrasah. Buku ini terdiri dari dua materi besar, yaitu Akidah dan Akhlak. Materi pembelajaran Akidah mencakup tentang kalimat syahadat, kalimat tayyibah, asmaul husna, rukun iman dan lainnya. Sedangkan untuk materi Akhlak mencakup tentang akhlak terpuji seperti hormat dan patuh pada orangtua dan guru, kasih sayang, menerapkan hidup sehat dan bersih, budaya antri, dan lainnya yang dikemas dalam bahasa yang mudah dipahami disertai contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Kelebihan dari buku ini, adanya pernak-pernik yang dapat menambah wawasan siswa berupa Tilawātil Qur’an, Peta Konsep, Tokoh, Mutiara Hadis, Kisah Teladan, Khazanah, Kilas Bahasa, Tugas, Kegiatan, Tafakur, Refleksi Diri, dan Proyek.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Ilmu akhlak berperan sebagai media atau lebih tepat sebagai katalisator yang memberi kesempatan seseorang memiliki ruang untuk menjadikan tingkalakunya lebih baik, sekalipun tidak memberikan jaminan kepada orang yang mempelajarinya akan menjadi orang yang berakhlak baik. Mungkin saja ilmu akhlak tidak menjamin orang yang mempelajarinya secara otomatis akan berakhlak baik, tetapi setidaknya ilmu akhlak memberikan pengetahuan tentang yang baik dan yang buruk. Ilmu akhlak juga menunjukkan kepada orang yang mempelajarinya bukan hanya tahu apa yang baik dan apa yang buruk, tetapi juga menunjukkan apa akibat dari kebaikan dan keburukan bagi yang menjalankan atau meninggalkannya. Ilmu akhlak pun bukan hanya sekedar menjadikan seseorang memiliki pengetahuan tentang yang baik dan buruk, tetapi juga menyadarkan seseorang akan apa yang harus dilakukan dan apa yang mesti ditinggalkan untuk keselamatan hidupnya, dan juga agar dapat mencapai tujuan hidup yang hendak dicapai. Selain itu, ilmu akhlak juga dapat menjadi stimulus bagi jiwa untuk melakukan penilaian terhadap dirinya sendiri, dan sekaligus menjadi pendorong bagi jiwa-jiwa yang memiliki kemauan untuk membenahi dan memperbaiki kebeningan dan kejernihannya. Ibarat matahari di siang hari, ilmu akhlak dapat menunjukkan manusia segala sesuatu yang ada di sekelilingnya terlihat secara jelas, baik itu yang baik maupun yang buruk, sehingga mudah bagi manusia untuk memilah dan memilih yang baik dan yang buruk, atau seperti bulan dan bintang di malam hari, ilmu akhlak menjadi petunjuk arah, sehingga manusia dapat mengetahui kemana arah Timur, Barat, Utara dan Selatan, sehingga manusia tidak tersesat dalam perjalanannya.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Program penerimaan zakat tidak dapat diarahkan selain kepada peningkatan taraf hidup fakir miskin Q.S.At-Taubah ayat (60). Zakat merupakan poros dan pusat keuangan negara yang meliputi bidang moral, sosial dan ekonomi. Dalam bidang moral, penegakan hukum zakat mengikis habis sifat kerakusan, keserakahan, sifat kikir dan bakhil si kaya. Dalam bidang sosial, hukum zakat mengajak orang memiliki kepedulian terhadap orangorang tidak beruntung dan berperan sebagai alat untuk menciptakan persamaan antara kaya dan miskin. Sedang dalam bidang ekonomi, hukum zakat mencegah sifat kapitalisme atau penumpukan kekayaan di tangan segelintir orang. Buku Hukum Zakat : Peran BAZNAS dalam Pengelolaan Zakat ini menunjukkan bahwa implementasi undang-undang pengelolaan zakat (UUPZ) tidak mengganggu kebebasan kehidupan bergaama di Indonesia. Hal yang menyangkut pengantasan kemiskinan dan perwujudan kemakmuran rakyat belum dicapai secara optimal. Indikator potensi zakat Indonesia terbesar di seluruh dunia, tetapi yang dapat dikumpulkan angat minim. Dampaknya, distribusi zakat masih dominan berorientasi konsumtif yang tidak dapat mengangkat taraf hidup orang-orang miskin. Hukum Zakat Peran BAZNAS Dalam Pengelolaan Zakat ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Buku berjudul Tafsir Ayat Ekonomi: Teks, Terjemah, dan Tafsir ini menjelaskan dengan sistemik seputar isi dan maksud dari ayat-ayat ekonomi yang ada di dalam Alquran dengan tahapan penafsiran: penulisan teks ayat dan terjemahnya, makna kosakata (mufradat), makna global dan sabab al-nuzûl, penjelasan dan korelasi interayat dan antarayat ekonomi yang satu dengan yang lain, serta istinbat ayat. Dengan langkah-langkah penafsiran semacam ini, para pembaca diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan memperluas wawasan tentang ekonomi syariah secara lebih mendasar, lebih luas, lebih utuh, dan lebih menyeluruh. Isi buku ini meliputi proses penciptaan langit dan bumi yang menjadi tempat aktivitas ekonomi dan sumber bahan baku ekonomi yang paling mendasar. Materi-materi lain yang ada di dalamnya mencakup nilai-nilai universal dan prinsip-prinsip dasar usaha ekonomi menurut Alquran yang sarat dengan nilai-nilai keadilan, kemerataan, dan keberkahan; terutama terkait dengan persoalan-perso-alan konsumsi, di samping produksi dan distribusi. Persoalan-persoalan ini dirasa kian mendesak dan sangat penting untuk dibahas dalam rangka mengembalikan karakter khas ekonomi Islam (syariah) yang benar-benar berbasiskan keadilan, kemerataan, dan keberkahan sebagaimana diajarkan Alquran. Dengan demikian, kehadiran buku Tafsir Ayat Ekonomi: Teks, Terjemah, dan Tafsir di tengah-tengah kemajuan ekonomi Islam (syariah) yang sedang menguat sejak dua puluh hingga lima puluh tahun belakangan ini tentu saja sangatlah tepat. Selain dipersembahkan kepada masyarakat umum, sasaran utama buku ini adalah para mahasiswa dan dosen Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), Sekolah Tinggi Ilmu Syariah, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Islam (Syariah).